|
dalam kubur batu kuukir nisan-nisan
seribu bintang yang melayang
dalam kubur peti kutulis seribu ayat yang terbuang
dalam gelap sang malam kulihat bayang-bayang
terbang menembus awan menerpa rembulan
empat musim tlah berlalu dan kau pun berteriak
lantang
pertanda kebangkitanmu yang kedua
menentang seribu dewa yang duduk bersila
menghadang masa kereta perjalanan anak manusia
kau tulis pesan-pesanmu dengan batu dan kayu
pada angin dan awan yang datang dan menghilang
sekejap
kaukir maknamu pada air yang menetes
dengan sgala bunyi yang terdiam
jiwamu pun lebur bersama debu-debu musim kemarau
hinggap dalam setiap rongga hati yang tersisa
dalam kubur batu aku tenggelam bersamamu
dalam kubur peti kita tlah menyatu
menunggu purnama terakhir berlalu
untuk membuka mata menuntun pada akhir
Surabaya 20 okt 2000 By. D. Davisia Nurkholis
|